Selasa, 18 November 2014

BAB III KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

Standard

Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan, umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

A.      KEBIJAKAN SISTEM
Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem lama.

Tugas komite pengarah terdiri dari:
1.       Mengkaji, menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem, proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras, perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya
2.       Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya
3.       Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem
4.       Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah dikembangkan
5.       Memberikan saran-saran dan petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan, terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem, sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi

B.      PERENCANAAN SISTEM
        adalah : estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek yang periodenya 1-2 tahun dan perencanaan jangka panjang yang periodenya sampai dengan 5 tahun
 
Ø  Proses Perencanaan Sistem
Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem
          1.   Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dantaktik perusahaan
          2.   Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem
          3.   Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem       
        4.   Menetapkan kendala proyek-   proyek sistem
        5.    Menentukan prioritas proyek-   proyek sistem
        Untuk menetapkan  perioritas proyek sistem harus memperhatikan kriteria rasional dan irrasional.
Kriteria rasional berupa :
·         Penghematan biaya yang diharapkan atau peningkatan keuntungan yang diharapkan dari masing2 proyek sistem.
·         Kemudahan diterima dan efektifitas pemakaian sistem kelak oleh user
·         Kelanggengan hidup sistem dimasa mendatang
·         Hubungan dengan proyek sistem lain yang juga direncanakan
·         Kebutuhan yang mendesak untuk memperbaiki kondisi yang sudah tidak dapat ditolerir lagi.

Kriteria irrasional adalah :
v  Minat dan daya tarik masing2 menejemen yang berkuasa
v  Kebanggaan yang akan ditunjukkan.
    6.   Membuat laporan perencanaan sistem
     7.   Meminta persetujuan manajemen

Ø  Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite pengarah
       1. Menunjuk team analis
       2. Mengumumkan proyek               
        3. pengembangan sistem

Ø  Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem
       1.            Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
       2.            Melakukan Studi kelayakan
                   - Memahami operasi dari sistem yang lama ( mengapa operasi pada sistem                             lama hrs dipahami?)
                   - Menentukan kebutuhan-  kebutuhan pemakai sistem secara garis besar untuk                      dapat mencapai  sasaran sistem ini
              - Menentukan permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga sistem yang                  lama belum dapat mencapai sasaran yang diinginkan ini
        3. Menilai Kelayakan Proyek Sistem
                         - Kelayakan teknik

  Ketersediaan teknologi dipasaran
b.      Ketersediaan ahli untuk mengoperasikannya
                         - Kelayakan Operasi
a.       Kemampuan personil
b.      Kemampuan operasi sistem untuk menghasilkan informasi
c.       Kemampuan mengendalikan operasi sistem
d.      Effesiensi sitem
                       
                        - Kelayakan Jadwal
                         - Kelayakan ekonomi
a.       Besarnya dana yang diperlukan untuk mengembangkan sistem
b.      Manfaat yang diperoleh dari sistem
                         - Kelayakan Hukum
        4. Membuat Usulan Proyek Sistem
        5. Meminta Persetujuan Manajemen



BAB II PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Standard

A.      PERLUNYA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

                Pengembangan Sistem Informasi (sistems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
1.       Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul dari sistem yang lama.
Permasalahan yang timbul dapat berupa :
a.       Ketidak beresan dalam sistem yang lama

       Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, dimana ketidakberesan ini dapat berupa :
          Kecurangan-kecurangan yang disengaja sehingga menyebabkan tidak amannya  harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin
          Kesalahan yang tidak disengaja juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin
          Tidak efisiennya operasi
          Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Pertumbuhan Organisasi , Pertumbuhan organisasi menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.
b.      Pertumbuhan organisasi diantaranya :
            Kebutuhan informasi yang semakin luas
            Volume pengolahan data semakin tinggi
            Perubahan prinsip akuntansi yang baru
2.       Untuk meraih kesempatan-kesempatan  (opportunities)
Teknologi informasi berkembang dengan cepat, dimana organisasi mulai merasakan bahwa TI perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Dalam persaingan pasar kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan.
Kalau perusahaan lain dapat memanfaatkan TI tersebut berarti kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing, dimana kesempatan ini dapat berupa :
a. Peluang-peluang pasar
b. Pelayanan yang meningkat kepada langganan, dll

3.        Adanya Instruksi-instruksi (directives)
Penyusunan sistem baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi dari pimpinan ataupun dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.



PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM

Ada beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem :
1.       Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur
    (dipandang dari metodologi yang digunakan)

    Pendekatan Klasik
    Mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada system life cycle tanpa dibekali dengan alat-alat dan teknik yang memadai. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di system life cycle. Didalam praktek hal ini tidak cukup karena pendekatan ini tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut dengan terinci.
Permasalahan yang timbul pada pendekatan klasik adalah :

a.        Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
                Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik di dalam mengembangkan sistem sehingga mengakibatkan proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram.
b.      Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal
Biaya pengembangan sistem yang termahal terletak pada tahap perawatannya. Karena biaya perawatan tidak terlihat dari permukaan maka banyak orang tidak menyadari bahwa perawatan ini yang terbesar. Mahalnya biaya perawatan disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik yang digunakan
c.       Kemungkinan kesalahan sistem besar
Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Sistem yang tidak di tes selama tahap pengembangan merupakan sumber utama dari kesalahan sistem
d.       Keberhasilan sistem kurang terjamin
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem, maka kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil.
e.      Masalah dalam penerapan sistem
Kurang keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem, maka pemakai sistem hanya mengenal sistem yang baru pada tahap diterapkannya saja

Pendekatan Terstruktur
                Pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle. Karena permasalahan pada pendekatan klasik maka diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil.
2.       Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem(dipandang dari sasaran yang akan dicapai).Pendekatan sepotong Merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Pada pendekatan ini, kegiatan atau aplikasi yang dipilih dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya pada sistem informasi atau tanpa memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi.sedangkan Pendekatan sistem Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.

3.        Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem). Pendekatan bawah-naik: Dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut dengan data analisis. Sedangkan Pendekatan atas-turun: Dimulai dari level atas organisasi yaitu level perencanaan strategis. Bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut dengan decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu.

4.       Pendekatan sistem menyeluruh lawan pendekatan modular (dipandang dari cara mengembangkannya). Pendekatan sistem menyeluruh: Merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Pendekatan ini kurang cocok untuk sistem yang komplek karena akan sulit untuk dikembangkan. sedangkan Pendekatan modular: Berusaha  memecahkan sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan.

5.       Pendekatan lompatan jauh lawan pendekatan berkembang(Dipandang dari teknologi yang akan digunakan). Pendekatan lompatan jauh: Menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, karena TI cepat berkembang. Pendekatan ini juga terlalu mahal karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan karena terlalu komplek. Sedangkan Pendekatan berkembang: Menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan sesuai dengan perkembangan TI yang ada.




BAB I ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Standard

I.                   Pengertian sistem dan analis sistem

  1. Definisi Sistem
Di dalam menentukan konsep suatu sistem terdapat 2 pendekatan yakni, yang menekankan pada prosedurnya dan menekankan pada komponennya. Dimana kedua defenisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya didefinisikan oleh Jerry Fitzgerald, Warren D. Stalling sebagai berikut :
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang salingberhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Menurut Richard F Neuschel :
            Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikel (tulis menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
 Selanjutnya defenisi tersebut dikembangkan oleh Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald, Warren D. Stalling :
Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.        
Sedangkan pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sebagai berikut :
     Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

B.     Karakteristik Sistem
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu memiliki :

1. Komponen sistem
Komponen atau subsistem ini akan saling berinteraksi dan bekerja sama dan membentuk satu kesatuan. Suatu sistem dapat memiliki system yang lebih besar yang disebut dengan supra sistem, misalnya suatu perusahaan disebut dengan sistem sedangkan industri merupakan sistem yang lebih besar (supra system).
  
2. Batas sistem (boundary)
Daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup dari suatu sistem.

3. Lingkungan luar sistem (environment)
Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar ini ada yang bersifat menguntungkan yang merupakan energi bagi sistem yang berarti harus tetap dijaga dan dipelihara, namun ada yang merugikan, yang harus ditahan dan dikendalikan.

4. Penghubung sistem (interface)
Merupakan media penghubung antara suatu subsistem dengan suatu subsistem lainnya, sehingga memungkinkan suatu sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya, dimana output dari suatu subsistem menjadi input bagi subsistem lainnya melalui interface.

5. Masukan sistem (input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem, terdiri dari :
a.       Maintenance input yaitu energi yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat     beroperasi, contohnya : program
b.      Signal input yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran, contoh :    data

6. Keluaran sistem (output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan sehingga menjadi output yang berguna. Output dari suatu sistem dapat menjadi input bagi subsistem lainnya.

7. Pengolah sistem (process)
Bagian yang akan mengolah input menjadi output. Contoh : suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan lainnya menjadi keluaran berupa barang jadi.

8. Sasaran sistem (objectives)
Suatu sistem akan memiliki tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari suatu sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan dan keluaran yang dihasilkan oleh sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil jika sasaran dan tujuannya dapat terpenuhi.



C.    KLASIFIKASI SISTEM
Sistem dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu:

1.      Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik  (Physical System) 
·         Sistem abstrak :Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
             Contoh : Sistem Teologia.
·         Sistem fisik: Sistem yang ada secara fisik.
             Contoh : Sistem Komputer.

2.      Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
·         Sistem alamiah :Sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia.
             Contoh : Sistem Perputaran Bumi.
·         Sistem buatan manusia: Sistem yang dirancang oleh manusia dan  melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.
             Contoh : Sistem Informasi.

3.      Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu  (Probabilistic System)
·         Sistem tertentu: Beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi   dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan
             Contoh : Sistem Komputer melalui program.
·         Sistem tak tentu: Sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat  diprediksi karena mengandung unsur probabilitas

4.      Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
·         Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak  terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya (kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup), yang ada hanyalah relatively closed system.
·         Sistem terbuka adalah "sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya". Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik.

II.                Konsep Dasar Informasi

            Di dalam suatu organisasi atau perusahaan, informasi merupakan sesuatu yang memiliki arti yang sangat penting didalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.  Secara umum  informasi dapat didefinisikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya

Menurut Mc Fadden (1999)
Informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Shannoin dan Wevaer
Informasi sebagai jumlah ketidakpastian yang dikurangi ketika sebuah pesan diterima. Artinya, dengan adanya informasi tingkat kepastian menjadi meningkat.

Menurut Davis
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. 
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyal, gambar, dsb .
Informasi adalah hasil pengolahan dari data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Agar informasi berguna dalam pengambilan keputusan harus memiliki criteria sbb :

a. Relevan
          Suatu informasi mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan

b. Akurat
        Ketepatan dan dapat diandalkannya suatu informasi

c. Tepat waktu
       Informasi yang diperoleh terbaru dan mudah diperoleh saat dibutuhkan.

d. Ringkas
      Informasi telah dikelompokkan sehingga tidak perlu diterangkan

e. Jelas
       Tingkat informasi dapat dimengerti oleh penerima

f. Dapat dikuantifikasi
       Tingkat informasi dapat dinyatakan dalam bentuk angka

g. Konsisten
      Tingkat informasi dapat diperbandingkan.





Selasa, 11 November 2014

PANDUAN INTERVIEW GUIDE

Standard

     tentunya kita sudah tak asing lagi kan dengan kata interview, atau banyak juga orang menyebutnya dengan wawancara. ya, hal ini banyak dilakukan oleh para guru, wartawan, dan lain-lain, untuk mendapatkan suatu informasi atau data mengenai suatu hal.

      saya ingin berbagi ilmu tentang cara membuat interview guide terutama untuk penelitian kualitatif. Mungkin sebagain orang mengira cara membuat interview guide yang penting tahu tujuan penelitian langsung membuat pertanyaan. Padahal sebenarnya ada aturannya lhoo...

       tentunya kita ingin hasil dari wawancara atau interview kita tadi berjalan dengan lancar kan. tidak tersendat-sendat di tengah jalan. nah hal ini sangat ditentukan oleh bagaimana kita membuat guide interviewnya. nah berikut saya sedikit akan memberikan cara bagaimana membuat guide interview.

langkah-langkah membuat guide interview:
1. tentukan tujuan dari interview kita
dalam hal ini, kita harus menentukan tujuan dari wawancara kita. misalnya hendak mencari data mengenai keluarga berencana ya kita ke puskesmas, bukan ke Kuburan donk pastinya

2. tentukan definisi konseptual atau operasional
apa itu definisi konseptual dan operasioal? definisi konseptual adalah batasan pengertian tentang konsep-konsep yang abstrak yang biasanya kita peroleh dari berbagai literatur salah satunya buku maupun kamus. definisi konseptual ini mempunyai sifat hipotetikal yang artinya suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep lain yang memiliki manfaat untuk membuka pikiran kita dalam menentukan hipotesis.

        sedangkan definisi operasional adalah suatu definisi yang berdasarkan pada karakteristik yang akan dan yang dapat di observasi dari apa yang sedang didefinisikan atau mengubah konsep yag berupa konstruk dengan kata-kata yang mengggambarkan keadaan objek yang dapat diamati dan diuji serta dapat di tentukan kebenarannya oleh orang lain.

definisi ini dapat disusun didasarkan pada operasi yang harus dilakukan. definisi ini digunakan untuk menjadi dasar dalam pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data apa yang diambil.

    Kalau saran saya Setelah menetapkan tujuan, mendefinisikan variabel secara teoritis dan operasional. Sebaiknya definisi teoritis diambil dari 1 tokoh saja. Sehingga penentuan indikator dan selanjutnya mengikuti teori 1 tokoh supaya nanti kedepannya kita tidak memiliki bandingan dengan teori lainnya supaya di akhir juga akan baik2 saja dan cepat selesai pastinya

3. Peneliti perlu menjelaskan teori tentang variabel secara singkat, jelas, dan padat. Disertakan pula indikator dari variabel. Misal, variabelnya mengenai pola asuh jadi kita cari salah satu teori mengenai pola asuh,maka kita cari salah satu tokoh teori yang menggunakan pola asuh,kita jabarkan teorinya,hal ini maksudnya adalah kita mempelajari isi teorinya supaya nanti di akhiur bias menentukan pertanyaan dan juga batasan pertanyaan.

Jika sudah kita lakukan pengungkapan data sehingga nanti akan memberikan kita kemudahan dalam menyusun daftar pertanyaan, Pengungkapan data ini berpedoman kepada teori yang dipakai.

4. Menentukan tehnik wawancara
Tehnik mah dilakukan subyektif tergantung nanti sikon juga dari narasumber dan juga pencari beritanya. Untuk tepatnya kita harus pandai dalam menentukan sikon supaya nanti ketika wawancara bias dengan mudah memperoleh informasi yang akan kita dapat.

5. Next adalah wawancara atau interview itu sendiri,untuk interview kita bias melakukan dengan siapapun,missal sesuai dengan contoh diatas jika kita akan membahas tentang pola asuh maka yang kita interview bias individu itu sendiri atau juga dengan orang tua,kerabat dan lain sebagainya,kalau bias juga termasuk dengan teman dekatnya

6. Menyusun daftar pertanyaan
Langkah terakhir adalah menentukan daftar pertanyaan,daftar pertanyaan sebaiknya berujuk pada indicator tokoh yang sudah dijabarkan pada tahap diatas sehingga nanti ketika saling bertanya jawab maka narasumber akan lebih mudah dalam menjawab pertanyaan